Ad Code

Responsive Advertisement

Hypothermia Gunung

Proses evakuasi medan sulit

Summiters! — pernah nggak pas lagi mendaki gunung, tiba-tiba badan terasa dingin banget sampai gemeter? Atau malah sampai nggak bisa ngerasain jari-jari tangan dan kaki? Nah, itu tandanya kamu mungkin lagi kena gejala hypothermia.

Hypothermia itu apa sih?
Sederhananya, hypothermia adalah kondisi di mana suhu tubuh kita turun drastis di bawah normal (sekitar 37 derajat Celcius). Biasanya ini terjadi karena paparan suhu dingin yang ekstrem dalam waktu yang lama, seperti saat kita lagi mendaki gunung.

Contoh Kasus Hipo di Gunung yang Pernah Viral
Sampai saat ini, hipotermia atau hipo, merupakan momok yang menakutkan bagi para pendaki gunung di Indonesia. Penurunan suhu tubuh yang ekstrim dapat mengakibatkan kematian jika tidak tertangani dengan baik.

Berikut ini beberapa kisah viral soal kasus meninggalnya pendaki gunung karena kurangnya penanganan yang tepat:

1. Shizuko meninggal di Gunung Gede-Pangrango
Shizuko merupakan pelajar SMAN 6 Bekasi yang mendaki ke Gunung Gede via Cibodas bersama rekan-rekan sekolahnya.

Nahasnya, setelah turun dari puncak, kondisi fisik Shizuko mengalami penurunan sampai terkena hipotermia. Kurangnya pengetahuan mengenai gejala-gejala hipo serta cara penanganannya yang benar, membuat kondisi almarhum semakin memburuk.

Shizuko sampai kehilangan kesadaran, hingga meracau. Kondisi tersebut membuat teman-temannya ketakutan dan mengira almarhumah kerasukan roh halus.

Akibat penanganan yang kurang tepat di awal, akhirnya Shizuko menghembuskan nafas terakhir saat perjalanan turun yang dibantu oleh beberapa pendaki lain.

2. Andi Sulistyawan meninggal di Gunung Lawu
Masih ingat dengan Andi Sulistyawan yang videonya sempat viral di media sosial pada tahun 2020 silam.
Pada rekaman tersebut, Andi tampak bertelanjang dada hanya mengenakan celana panjang hitam di tengah-tengah kabut tebal dan angin. Saat almarhum ditanya oleh perekam video, gelagat dan jawabannya sudah tidak karuan.

Sayangnya, perekam video tidak coba membantu surviror untuk di evakuasi ke tempat yang lebih aman, hingga akhirnya beberapa jam kemudian Andi Sulistyawan ditemukan meninggal di dekat Puncak Gunung Lawu.

Dua contoh kasus tersebut menjadi pelajaran yang sangat penting bagi kita agar memperdalam pengetahuan mengenai aktivitas luar ruangan seperti mendaki ke gunung.

Dengan pengetahuan yang cukup kita bisa mencegah atau melakukan penanganan yang benar.

Kenapa sih Kita Bisa Kena Hypothermia?
Ada beberapa faktor yang bisa bikin kita gampang terkena hypothermia saat mendaki, di antaranya:

Cuaca yang Ekstreme
Hujan, angin kencang, atau suhu yang tiba-tiba turun drastis bisa bikin tubuh kita kehilangan panas dengan cepat.

Pada kondisi tersebut sobat harus waspada dengan mencari tempat perlindungan yang tertutup seperti tenda atau shelter emergency.

Pakaian yang Tidak Tepat
Pakaian yang basah atau tidak cukup tebal bisa membuat kita semakin cepat kedinginan. Sangat penting bagi para pendaki untuk memahami pakaian yang sesuai standar untuk mendaki ke gunung.

Gunakan pakaian dengan bahan yang cepat kering (quick dry) ketika mendaki ke gunung di Indonesia.

Jangan lupa ganti pakaian hangat setelah trekking atau pada saat di tenda, untuk menghindari penurunan suhu tubuh yang drastis.

Kelelahan
Kelelahan juga termasuk salah satu kondisi yang dapat menyebabkan seseorang terkena hypothermia. Ketika kita terlalu capek, tubuh kita akan lebih sulit memproduksi panas.

Kurang Makan dan Minum
Asupan makanan dan minuman yang cukup sangat penting untuk menjaga suhu tubuh kita tetap stabil.

Saat mendaki ke gunung jaga asupan makan dengan baik, jangan sampai perut kosong. Perut kosong akan semakin memperbesar resiko seseorang terkena hypothermia apalagi di kondisi suhu yang sangat dingin.

Kondisi Medis Tertentu
Beberapa kondisi mendis, seperti hipoglikemia (gula darah rendah), ternyata bisa meningkatkan risiko hypothermia.

Sebelum naik gunung, pastikan dulu kamu atau teman-teman pendakian tidak memiliki riwayat penyakit yang beresiko ketika beraktifitas berat.

Gejala Hypothermia
Penting untuk kita ketahui mengenai gejala-gejala hypothermia atau hipo, agar ketika menghadapi situasi seperti ini dikemudian hari, sobat bisa segera tangani.

Gejala awal hypothermia umumnya mirip seperti kedinginan biasa, seperti:
  • Kebas
  • Menggigil
  • Kulit pucat
  • Bibir kebiruan
Jika dibiarkan, gejala hipotermia bisa semakin parah dan bisa menyebabkan kebingungan, bicara cadel, tubuh menjadi lemah, hilang kesadaran, hingga mengakibatkan kematian.

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Terkena Hipotermia?
Jangan anggap sepele ketika sudah melihat atau merasakan tanda-tanda hipo, terlambat penanganan bisa-bisa nyawa taruhannya.

Kalau kita atau teman mengalami gejala hipo saat mendaki ke Gunung, segera lakukan langkah-langkah pertolongan pertama berikut ini:
  • Bawa korban ke tempat yang terlindung dari angin dan hujan, tujuannya untuk mencegah semakin menurunnya suhu tubuh serta memulihkan suhu tubuh korban agar kembali normal.
  • Segera ganti pakaian korban yang basah, baik itu basah karena hujan, kabut, atau keringat, dengan pakaian kering yang hangat.
  • Selimuti korban dengan selimut kain, selimut thermal, sleeping bag, atau jaket. Tubuh korban harus benar-benar tertutup supaya mencegah masuknya masuknya suhu dingin.
  • Jika korban sudah sadar, berikan minuman hangat secara perlahan.
  • Jika kondisi korban semakin memburuk, segera evakuasi ke tempat yang lebih aman dengan menggunakan tandu darurat, dan segera minta bantuan medis.